Beranda > Berita > Wakil Bupati Malang Ajak Generasi Muda Malang Jadi Subjek Pembangunan: "Ilmu adalah Investasi yang Tak Pernah Habis"

Wakil Bupati Malang Ajak Generasi Muda Malang Jadi Subjek Pembangunan: "Ilmu adalah Investasi yang Tak Pernah Habis"

14 July 2026   |   BERITA

Bagikan:
Wakil Bupati Malang Ajak Generasi Muda Malang Jadi Subjek Pembangunan: "Ilmu adalah Investasi yang Tak Pernah Habis"

MALANG – Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir sebagai tamu kehormatan dalam program "Podpres Generasi" yang dipandu oleh komunitas Suara Generasi bertempat di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, pada Selasa (14/7) malam. Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa Nyai Lathifah ini berbagi perjalanan hidup, visi kepemimpinan, hingga strategi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Wabup Malang menegaskan bahwa generasi muda saat ini bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek pembangunan.  Beliau mendorong anak muda untuk aktif mengambil peran, terutama dalam penguasaan teknologi digital dan transformasi ekonomi.

"Generasi muda ini adalah peluang sekaligus tantangan. Pemerintah Kabupaten Malang memberikan ruang luas melalui pelibatan pemuda dalam Musrenbang serta kepengurusan sektor strategis seperti koperasi," ujar Wabup Malang.

Lahir dan dibesarkan di lingkungan Pesantren Denanyar, Jombang, cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, ini menekankan pentingnya pendidikan setinggi mungkin. Beliau menggarisbawahi bahwa tidak ada alasan bagi anak-anak di Kabupaten Malang untuk putus sekolah karena kendala biaya.

"Akses pendidikan adalah hak rakyat. Di Kabupaten Malang, kami memiliki Sekolah Rakyat di Kecamatan Bantur untuk memutus rantai kemiskinan," ungkapnya. Beliau juga mengingatkan adanya berbagai skema beasiswa seperti PIP dan KIP Kuliah yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda yang memiliki kemampuan akademik namun terkendala ekonomi.

Dalam sesi sharing, Wabup Malang menceritakan keputusannya yang berani untuk melakukan pensiun dini sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah 25 tahun mengabdi demi terjun ke dunia politik pada tahun 2013. Beliau berpesan agar anak muda memiliki "mental petarung" dan tidak takut gagal dalam berkompetisi.

"Hidup ini harus direncanakan dan kita harus disiplin melakukannya. Jangan takut keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan pencapaian yang lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.

Wabup Malang juga menyoroti potensi besar Kabupaten Malang di sektor UMKM dan pariwisata. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9% di tahun 2025, Beliau mendorong generasi milenial untuk mengisi ruang-ruang di 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fashion, hingga pemasaran digital pariwisata.

"Potensi wisata pantai dan pegunungan kita sangat luar biasa. Peran milenial sangat krusial sebagai pemasar digital maupun guide profesional untuk mengeksplorasi destinasi yang belum terjamah," jelas sosok yang pernah bertugas di Komisi X DPR RI ini.

Mengakhiri podcast, Wabup Malang berpesan agar generasi muda tetap memegang teguh norma agama dan masyarakat di tengah perubahan dunia yang sangat cepat. Beliau berkomitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Malang akan terus membuka forum konsultasi dan memberikan dukungan penuh bagi prestasi pemuda, baik di tingkat lokal maupun internasional. (prokopim/day)

Image for Wakil Bupati Malang Ajak Generasi Muda Malang Jadi Subjek Pembangunan: "Ilmu adalah Investasi yang Tak Pernah Habis"